:: Selamat datang di rumah sakit dr. suyoto pusrehab kemhan. Kami melayani anda dengan sepenuh hati ::

Home HOME ARTIKEL Flu Burung
Flu Burung PDF Cetak E-mail
Sabtu, 13 Maret 2010 07:00

SIAPKAH KITA MENGHADAPI PANDEMI ?

Munculnya kasus flu burung pada manusia di Indonesia merupakan suatu hal yang harus diwaspadai. Pada unggas penyakit ini sudah dikenal > 100 tahun yang lalu, tapi 7 tahun terakhir penyakit ini bisa menular pada manusia. Tahun 2005, dilaporkan terjadi kasus flu burung pada manusia untuk pertama kali di Indonesia.

Hal ini berdampak sisoal yang cukup besar di samping kekhawatiran risiko penularan pada manusia juga pada perekonomian Indonesai di mana usaha peternakan unggas dari skala rumah tangga hingga industri terkena dampaknya. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kemungkinan

terdajinya Pandemi Influenza di dunia yang menurut WHO tinggal menunggu waktu saja.

Data WHO menunjukkan bahwa pertambahan kasus baru daru waktu ke waktu semakin bertambah terutama di Indonesia dan Vietnam. Sedangkan dari kasus yang tercatat 50% di antaranya menginggal dunia (CFR 50% / separuh pasien flu burung meninggal karena penyakit ini ).

Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan telah mengambil langkah penting untuk mengantisipasinya, kita sebagai warga masyarakat dan organik Departemen Pertahanan juga harus mengambil sikap serta turut berperan dalam penanggulangan masalah merebaknya kasus flu burung di Indonesia.

SEKILAS FLU BURUNG

Avian Influenza / flu burung adalah penyakit pada unggas (burung, bebek, ayam, burung puyuh, burung onta). Penyebab flu burung adalah virus influenza (famili orthomyxoviridae tipe A, B, C).

Pada permukaan virus A ada 2 glikoprotein yauty Haemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) dengan subtipe H1 sampai H15 dan N1 sampai N9. Influenza pada manusia sejauh ini disebabkan oleh virus H1N1, H2N2 dan H3N3 dan virus avian H5N1, H9N2 dan H7N7. Dalam kenyataanya virus ini sangat mudah bermutasi dan rentan untuk resisten (kebal) terhadap obat antivirus.

Pada unggas pada dasarnya terdapat 2 jenis flu burung, yaitu jenis ringan yang ditandai dengan rontoknya bulu serta menurunnya produksi telur, sehingga jenis yang berat (highly pathogenic avia influenza) yang bisa mematikan unggas pada hari yang sama dengan timbulnya gejala dan sangat menurkar antar unggas hingga jutaan unggas dapat terkena. Penularan bisa terjadi dari peternakan ke peternakan (burung yang bermigrasi, perdagangan unggas hidup antar negara dll). Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung unggas yang sakit/ melalui bahan-bahan yang tercemar (kandang, mobil transportasi unggas, alat, pakaian dll).

Ludah, cairan hidung serta tinja unggas yang sakit akan menular pada 2 minggu pertama penyakit dengan masa inkubasi (antara mulai masuk virus sampai timbul gejala) 1-3 hari. Gejala pada unggas yang timbul bervariasi antara lain berupa jengger biru, kepala bengkak, sekitar mata bengkak, demam, bersin dan diare. Gejala awal lainnya yaitu penurunan produksi telur dan depresi. Pada beberapa kasus unggas matu tanpa gejala. Kematian dapat terjadi dalam 24 jam setelah timbul gejala,sehingga pencegahan melalui vaksinasi perlu mendapat perhatian khusus untuk penanganan unggas sebagai sumber penularan infeksi flu burung.

Secara umum mekanisme penularan unggas ke manusia adalah dari unggas liar menular ke unggas domestik lalu menginfeksi babi atau dapat juga manusia.

Pada dasarnya penularannya ke manusia berasal dari unggas sakit hiduo dan menular. Virus flu burung akan mati dengan pemanasan 80o C selama 1 menit.

Gejala pada manusia yang tertular flu burung pada dasarnya sama dengan flu pada umumnya, namun berpotensi menjadi berat dan fatal. Gejala bervariasi mulai demam lebih dari 38o C, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri sendi, tidak nafsu makan, muntah, nyeri perut, dan diare sampai infeksi selaput mata. Bila memburuk dapat terjadi sesak nafas hebat karena infeksi flu yang kemudian menyebar ke paru-paru dan menimbulkan pneumonia. Radang paru (Pneumonia) ini dapat disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi paru.

Masa inkubasi flu burung adalah 3 hari dengan rentang waktu 2-4 hari. Lama mulai gejala sampai masuk rumah sakit adalah bervariasi mulai 3-8 haru. Ironinya, kematian umumnya terjadi pada hari ke 9 sampai 10 setelah gejala awal timbul. Gambaran rontgen paru merupakan salah satu indikator perburukan penyakit, sedangkan pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menilai keadaan pasien juga untuk mendeteksi kuman apa yang menyerang pasien tersebut. Otopsi yang dilakukan pada pasien flu burung yang meninggal menunjukkan penyebab kematian

utama adalah kerusakan paru dan berbagai organ yang luas dan fatal.
Tahun 2004 Departemen Kesehatan membagi diagnosis flu burung pada manusia menjadi kasus suspek, propable, dan kasus yang sudah pasti atau konfirmasi.
Kasus suspek adalah seseorang dengan gejala infeksi pernapasan yang sebelumnya mempunyai riwayat kontrak, atau mengunjungi peternakan yang terjangkit. Kasus propable adalah kasua suspek sisertai hasil laboratorium dengan antigen H5N1 positif atay dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia/ gagal napas / meninggal. Sedangkan diagnosa pasti adalah kasus yang hasil kultur virus H5N1 (+) atau hasil PCR (+) atau terjadi peningkatan fiter antibodi H% sebesar 4 kali.
Pengobatan yang diberikan secara umum adalah mengobati gejala yang ada dan mengingkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan obat anti virus tersedia 2 jenis M2 inhibitors (Amantadine dan Rimantadine) serta kelompok neuramidase inhibitors (Oseltamivir dan Zanimivir). Bila kasus memburuk perlu bantuan alat mesin bantuan pernapasan (ventilator). Penanggulangan yang terbaik saat ini adalah penangan langsung pada unggas untuk mencegah meluasnya penularan dan wabah.

PANDEMI AKAN TERJADI?

Pandemi adalah terjadinya epidemi/ wabah yang terjadi di banyak tempat di dunia. Dimulai dari terjadinya letusan 1 atau 2 kasus di suatu tempat, lalu kasus cluster di beberapa daerah sehingga terjadinya epidemi di suatu negara dan akhirnya pandemi di dunia. Kematian akibat pandemi influenza dapat berkisar antara 5 - 150 juta orang, tergantung penanganannya. Dan dalam hal kasus flu burung, timbulnya pandemi didasari karena tingginya angka kematian dan mudahnya virus H5N1 untuk ber-mutasi sekaligus bersatu dengan virus influenza lain sehingga muncul virus baru yang mematikan dan mudah menular.

Analisi situasi terhadap kenyataan yang dihadapi dunia termasuk Indonesia menurut WHO ada enam hal yaitu :

1. Untuk menjadi wabah infeksi H5N1 hanya diperlukan adanya bukti terjadinya penularan antar manusia di masyarakat.\
2. Kenyataan bawha ancaman pandemi/ potensi sumber penularan menetap bahkan meluas.
3. Pola mutasi virus H5N1 dan juga virus influenza lain belum juga dapat diprediksi. Virus dapat menginfeksi binatang lain selain unggas seperti babi, kucing, macan, ikan dan manusia.
4. Sulitnya membangun sistem kewaspadaan dini karena begitu banyaknya unggas yang dipelihara, sulitnya diagnosis dini pada manusia dan untuk memastikan perlu laboratorium canggih.
5. Pencegahan melalui vaksin masih perlu penelitian lebih lanjut dan ketersediaan obat anti virus di dunia juga masih terbatas.
6. Keterbatasan pelayanan kesehatan jika pandemi betul-betul terjadi.

Terdapat beberapa langkah strategik penting untuk menyiapkan dan mencegah terjadi pandemi yaitu :

1. Meningkatkan kerjasama antar dunia kedokteran dengan peternakan/kedokteran hewan berupa :
2. Ketersediaan obat dan efektivitasnya harus disiapkan karena pandemi dapat terjadi sewaktu-waktu.
3. Antisipasi pengadaan dan penelitian vaksin secara terus menerus karena virus yang amat mudah bermutasi.
4. Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai baik dari tenaga medis, peralatan yang lengkap dan rumah sakit rujukan. Algoritme diagnosis dan penanganan kasus perlu dibuat secara jelas, lengkap, ilmiah dan disebarluaskan untuk dapat diterapkan di lapangan.
5. Perlunya penyuluhan yang intens ke masyarakat yang tujuannya selain memberikan informasi yang tepat dan jelas sgar tidak terjadi kepanikan juga untuk menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat.
Pengembangan riset karena kasus flu burung baru terjadi di 4 negara termasuk Indonesia.
6. Keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dalam penganggulangan pandemi.

Dalam pertemuan koordinasi yang pernah penulis ikuti terdapat beberapa poin penting mengenai aspek peranan Departemen Pertahanan dan TNI dalam penganggulangan kasus flu burung :

1. Departemen Pertahanan dan TNI mempunyai potensi untuk memobilisasi warga dan penanganan terhadap pemeliharaan unggas di komplek perumahan militer/warga bila terjadi wabah flu burung.
2. Perlu menetapkan Rumah Sakit Rujukan dan pemilahan kasus agar dapat ditangani segera, dalam hal ini perlu dihidupkan kembali peranan Badan Koordinasi Kesehatan Daerah (Bakorkesda) serta perlunya memiliki Rumah Sakit Khusus pandemic. Ketersediaan obat anti virus di fasilitas kesehatan militer perlu diadakan.
3. Koordinasi penanganan yang terintegrasi dengan memperhatikan kewenangan yang dimiliki antara Depkes, Puskes dan Dephan.
4. Studi banding dengan negara-negara di Asia misalnya Vietnam yang sejauh ini telah berhasil menangani kasus wabah flu burung.
5. Kemungkinan terjadinya pandemi flu burung memang merupakan ancaman yang harus diwaspadai, untuk itu semua pihak harus memberikan perhatian dan proaktif. Pada akhirnya kita tetap harus waspada tanpa harus panik, serta menjalani pola hidup sehat dan tetap mengikuti perkembangan yang ada.

Dari :
Buku "Flu Burung di Manusia"
Karangan Tjandra Yoga Aditama dan berbagai sumber.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 15 Maret 2010 10:40
 
Google
Web www.suyotohospital.com

ONLINE

Kami memiliki 8 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini209
mod_vvisit_counterKemarin422
mod_vvisit_counterMinggu ini1033
mod_vvisit_counterBulan ini5346
mod_vvisit_counterSemua299232
Sejak Maret 2010

Backlink Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/suyotoho/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Untuk mendapat akses penuh dari website kami. Anda harus registrasi akun anda..
RUMAH SAKIT Dr. SUYOTO

Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/suyotoho/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99
RUMAH SAKIT Dr. SUYOTO PUSREHAB KEMHAN