Proses Kerja Incenerator rumah sakit dr. Suyoto
Incenerator merupakan alat pemusnahan limbah padat medis dengan bahan bakar solar yang bertemperature lk. 1200oC, diberi cerobong asap yang tingginya ±12 meter dengan kapasitas pembakaran 0,3 m3/jam dan menggunakan system dry scrubber.
Proses pengelolaan limbah medis padat
1. Pewadahan - Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, kedap air, dan mudah dibersihkan. - Setiap wadah terdapat Kantong plastik sesuai jenis sampah medis atau non medis dan diangkut setiap hari atau 2/3 bagian telah berisi limbah. - Untuk benda-benda tajam hendaknya ditampung pada tempat khusus seperti botol atau karton yang amat atau tahan tusuk 2. Pengumpulan Pengumpulan dilakukan pada wadah yang terdapat kantong plastik medis (warna kuning/sesuai standar yang telah ditentukan) 3. Pengangkutan ke TPS Pengangkutan sampah medis dilakukan dengan menggunakan gerobak sampah ke TPS. 4. Penimbangan Setelah diangkut ke TPS dilakukan penimbangan sampah lalu dicatat. 5. Pemusnahan (incenerator) Setelah dilakukan penimbangan selanjutnya sampah medis di bakar dengan incinerator.
Proses kerja incinerator
Tahap 1: Limbah medis/bahan yang akan dimusnahkan setelah ditimbang dimasukkan ke ruang feeding untuk melalui proses pembakaran chamber I Tahap 2: Setelah limbah medis melewati tahap 1 limbah terdorong menuju chamber II menjadi partikel kecil / berabu. Tahap 3: limbah yang telah menjadi partikel kecil / debu tersebut mengendap pada chamber III dan terdorong oleh burner II menuju blower dan akhirnya partikel tersebut ngendap diruang dust out III. Tahap 4: Hasil pembakaran yang mengendap diruang dust out III dapat dimanfaatkan bahan campuran beton polimer atau dapat pula dimanfaatkan pupuk kompos.
Proses kerja IPAL
Proses pengolahan air limbah secara biologis dengan system biakan tersusprensi telah mendunia dalam pengolahan air limbah domestik. System pengolahan air limbah dengan biakan tersuspensi yang paling umum dan telah digunakan secara luas, yakni proses pengolahan dengan sistem lumpur aktif (Activated Sludge Process). Pengolahan air limbah dengan proses lumpur aktif konvensional (standar) secara umum terdiri dari bak pengendap awal, bak aerasi dan bak pengendap akhir, serta bak khlorinasi untuk membunuh bakteri pathogen. Secara umum proses pengolahannya adalah sebagai berikut : bakteri pathogen yang mungkin masih ada, di bantu dengan dozing pump 2. 1. Pengolahan Pendahuluan Sebelum diolah kedalam IPAL, limbah cair yang berasal dari proses dirumah sakit diolah dahulu agar tidak mengganggu proses berikutnya, yaitu : penangkap lemak ( grace trap), dan Septik tank.
2. Bak equalisasi 1 Penampungan awal dari seluruh limbah cair di rumah sakit kecuali limbah radiologi.limbah yang masuk ke dalam bak ini telah melewati panyaringan kotoran/sampah agar tidak ikut ke dalam bak proses selanjutnya.
3. Bak equalisasi 2 Pada bak equalisasi 2 terdapat alat IPAL yang disebut bee net media sebagai pengolahan lanjutan. Alat tersebut terbuat dari bahan plastik dengan ukuran 4 x 5 x 3. Di dalam IPAL air limbah akan mengalami proses penguraian secara anaerobik.
4. Bak khlorinasi Limbah yang telah diolah sebelumnya kemudian dialirkan pada bak khlorinasi. Pada bak ini dilakukan desinfeksi dengan menaburkan bahan kimia, seperti soda ash, tawas, khlorin, dan kaporit 60%. Berbagai bahan kimia tersebut sebelumnya telah dilarutkan pada bak pencampur, dengan perbandingan tawas : kaporit : khlori : soda ash : air adalah ½ kg : ½ kg : ½ kg : ½ kg. setelah itu, larutan tersebut dimasukkan ke dalam bak khlorinasi dengan menggunakan alat yang disebut dozing pump 1.
5. Bak pengendap primer Bak ini berfungsi sebagai bak pengendap awal. Dengan memperbesar luas permukaan tangki, maka aliran vertical yang terjadi dalam tangki berjalan dengan kecepatan yang sangat lambat, akibatnya material padat yang mempunyai masa jenis lebih besar sedikit dari air dapat diendapkan dengan seksama, disamping itu juga terjadi terhadap material terapung. Lumpur yang terendap akan dialirkan ke bak lumpur, kemudian akan dibuang melalui saluran menuju bak aerasi dengan klep blower.
6. Bak aerasi dengan klep blower Air limbah yang lumpurnya sudah diendapkan dialirkan ke dakam bak aerasi. Pada bak ini terjadi proses penguraian secara aerobic. Beberapa komponen penting untuk mendukung proses aerasi antara lain : Blower, Difusser, Pompa sirkulasi, Media bee nest.
7. Bak penjernih ulang Setelah air limbah megalami berbagai proses diatas, selanjutnya air limbah melalui proses penjernihan lagi dengan menaburkan desinfektan berupa khlorin ke dalam bak. Hal ini berguna untuk menghilangkan bakteri pathogen yang mungkin masih ada, di bantu dengan dozing pump 2. |