|
Memahami Post-Power Syndrome |
|
|
|
|
Kamis, 12 Agustus 2010 11:00 |
|
Post-power syndrome, adalah gejala yang terjadi di mana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (karirnya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Seperti yang terjadi pada kebanyakan orang pada usia mendekati pensiun. Selalu ingin mengungkapkan betapa begitu bangga akan masa lalunya yang dilaluinya dengan jerih payah yang luar biasa. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya post-power syndrome. Pensiun dini dan PHK adalah salah satu dari faktor tersebut. Bila orang yang mendapatkan pensiun dini tidak bisa menerima keadaan bahwa tenaganya sudah tidak dipakai lagi, walaupun menurutnya dirinya masih bisa memberi kontribusi yang signifikan kepada perusahaan, post-power syndrom akan dengan mudah menyerang. Apalagi bila ternyata usianya sudah termasuk usia kurang produktif dan ditolak ketika melamar di perusahaan lain, post-power syndrom yang menyerangnya akan semakin parah.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 13 Agustus 2010 08:01 |
|
Tuberculosis Dapat Disembuhkan |
|
|
|
|
Indonesia merupakan negara dengan penderita Tuberculosis (TB) terbanyak ke 3 di dunia setelah India dan China. Meningkatnya kasus TB di Indonesia antara lain disebabkan oleh : 1. Kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat 2. Kegagalan program TB yang selama ini akibat :- Tidak memadainya komitmen politik dan pendanaa
- Tidak memadainya organisasi pelayanan TB. Kurang terakses oleh masyarakat, penemuan kasus / diagnosa tidak standar, obat tidak terjamin penyediaannya, tidak ada pemantauan. Pencatatan dan pelaporan standar, dll.
- Tidak memadainya tata laksanan kasus. Diagnosa dan panduan obat yang tidak standar, gagal menyembuhkan kasus yang telah didiagnosis.
3. Dampak pandemi HIV 4. Berkembangnya MDR (Multy Drug Resistance)
|
|
Rehabilitasi Pasca Stroke Memberi Kualitas Hidup Lebih Baik |
|
|
|
|
Senin, 19 April 2010 11:23 |
|
Tidak dapat dipungkiri bahwa stroke merupakan penyumbang cukup besar untuk ketidakmandirian seseorang. Setelah stroke menyerang, biasanya pasien dirasa akan menjadi beban untuk keluarganya. Yach.. bagaimana... segala-galanya harus dibantu. Duduk dibantu, mungkin bahkan tidak dapat duduk sendiri, apalagi berdiri... berjalan... Kalau yang itu saja susah, apalagi melakukan kegiatan sehari-hari, walau itu untuk dirinya sendiri. Seperti mandi, BAK, BAB, makan, berpakaian, berdandan. Terasa dunia sudah berakhir. Hati-hati kalau sudah ada pemikiran seperti ini maka tak heran Insan Pasca Stroke (IPS) sudah masuk gejala depresi.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 19 April 2010 11:49 |
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 1 of 2 |